Karp,mediasurya.id – Jalan Desa Barusjahe – Serdang, Kec. Barusjahe, Kab.Karo, telah hampir putus total akibat tanah longsor yang menyebabkan badan jalan amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan roda 4.
Adapun penyebab tanah longsor tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan terkikisnya tanah.
Meski begitu, tidak sedikit pula masyarakat Desa yang memaksakan untuk jalan dari pinggiran longsor. Dari pengamatan awak media, terpantau tidak sedikit yang melintasi jalan tersebut dengan roda 2.
Tota Barus, warga Desa Penampen, mengatakan dirinya berani melintasi jalan tersebut karena memakan waktu yang singkat menuju Desa Penampen.
“Ya mau gimana lagi bang, jalan tersebut adalah jalan yang cukup singkat menuju desa saya. Adapun jalan alternatif yang dapat kita lalui, akan tetapi jalan tersebut berlubang dan digenangi lumpur dan memakan waktu yang lebih jauh sekitar 1 jam, kita kan petani bang waktu sangan berarti buat kita.” kata Barus.
Oleh sebab itu, Kadis PUTR Karo, Edward Pontianus Sinulingga, S.T, didampingi Kabid Bina Marga PUTR Karo, David Girsang, S.T, telah melakukan survei pada badan jalan yang mengalami tanah longsor.
“Kita sudah survei lapangan akan tetapi hasilnya sungguh sangat tidak baik, karena tingkat kerusakan jalan akibat tanah longsor tersebut cukup parah, kita tidak dapat memperbaikinya dalam waktu dekat ini.” kata Kabid Bina Marga Rabu (26/3/2025), saat ditemui di kantornya.
Tambahnya, “untuk itu hingga saat ini kita masih berupaya mencari solusi yang lebih baik guna mengatasi jalan tersebut,” katanya.
Berdasarkan hal tersebut masyarakat dari 3 Desa yaitu, Barusjahe, Serdang, dan Penampen yang terdampak atas tanah longsor tersebut berharap agar pihak Pemerintah Kabupaten Karo dapat membantu perbaikan jalan atau pembukaan jalan baru agar perekonomian warga dapat berputar lebih cepat.
(Erwin Sitompul)